Wednesday, 6 December 2017

Heboh Debat Abu Janda Al Boliwudi Vs Felix Siauw


Gelar wicara atau talkshow isu politik dan hukum yang ditayangkan stasiun televisi swasta TV One, Indonesia Lawyers Club pada Selasa (5/12/2017), bertajuk '212: Perlukah Reuni?'.
Gelar wicara ini berlangsung tepat 3 hari usai digelarnya Reuni Alumni 212, di Monas, Jakarta Pusat.
Hadir sebagai narasumber, yaknu budayawan Sujiwo Tejo, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dengan Fadli Zon, dai KH M Al Khaththath, dai Felix Siauw, pengacara Eggi Sudjana.

Turut hadir mususi Ahmad Dhani, pengamat politik Rocky Gerung, anggota DPR RI Komarudin Watubun.
Juga penggiat media sosial Denny Siregar dan Permadi Arya, Ketua Pengurus Besar NU Marsyudi Suhud, Koordinator Jaringan Islam Anti Diskriminasi/JIAD Aan Anshori, cendikiawan Muslim Asyumardi Azra, serta via video conference pakar hukum tata negara Mahfud MD.

Gelar wicara ini menarik perhatian hingga kemudian menjadi perbincangan melalui media sosial karena perdebatan antara Felix dengan Permadi atau lebih populer dikenal Ustadz Abu Janda Al Boliwudi.
Mereka memperdebatkan bendera warna hitam putih yang berkibar di tengah acara reuni bertuliskan La ilaha illallah muhammadur rasulullah atau terjemahannya adalah Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah.
Halaman selanjutnya

Perdebatan dimulai ketika Abu Janda menilai acara reuni telah dinodai oleh bendera tersebut, pasalnya bendera tersebut adalah bendera Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI.
Sebagaimana diketahui, pemerintah telah membubarkan HTI.
"Kenapa benderanya ada. Aparat ke mana?" kata Abu Janda mempertanyakan sikap aparat sambil menunjukkan foto bendera dimaksud.

Lanjut, kata dia, berkibarnya bendera hitam putih tersebut jelas merupakan perlawanan terhadap hukum karena HTI kini menjadi organisasi kemasyarakatan Islam yang dilarang pemerintah.
Pernyataan Abu Janda kemudian dibantah Felix.
Menurut Felix, keterangan Abu Janda berbahaya.  
"Itu pembohongan publik, inilah hate speech yang sebenarnya. Bendera HTI adalah bendera Rasulullah," jelas Felix.
Felix kemudian mengutip beberapa hadis yang menunjukkab bahwa bendera Rasulullah berwarna putih hitam dan tertulis dan memuat kalimat La ilaha illallah muhammadur rasulullah.
Abu Janda kemudian menepis klaim Felix jika bendera dikibarkan itu adalah bendera Panji Rasulullah.
Pasalnya, menurut dia, bendera Panji Rasulullah tidak menggunakan kombinasi warna hitam dan putih.

Abu Janda kemudian menunjukkan kertas yang dinilai adalah bendera Panji Rasulullah.

Pada kertas tersebut, bendera Panji Rasulullah berwarna merah dan kuning dengan formasi yang berbeda dengan bendera yang dikibarkan peserta reuni.
Abu Janda kemudian mengatakan jika bendera Panji Rasulullah yang asli kini tersimpan di Museum Toptaki, Istanbul, Turki.
Di museum tersebut, ada pula jubah Nabi Muhammad SAW, helai janggutnya, dan relik yang di dalamnya ada patahan gigi beliau saat Perang Uhud.
Selain itu ada cetakan tapak kakinya, surat-surat, panah, dan pedangnya.
Abu Janda lalu menyinggung Felix yang gemar berkunjung ke Turki, tapi dianggap tak bisa membedakan bendera Panji Rasulullah dengan bendera HTI.
"Semua muslim berhak memakai itu (bendera Panji Rasulullah)” kata Felix menyangkal singgungan Abu Janda.



Sumber: tribunnews

Saturday, 30 January 2016

Terungkap! siapa pelaku dibalik pembunuhan mirna


Penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap Jessica Kumala Wongso terkait kematian Wayan Mirna Salihin, di hotel di kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara. Saat ditangkap, Jessica bersama kedua orangtuanya.

Wednesday, 27 January 2016

Heboh! Video Ojek Palang yang membawa banyak penumpang dalam satu motor


Akhirnya pemasok senjata teror di Thamrin tertangkap


Seorang lelaki bernama Woro alias Toro yang diduga kuat sebagai pemasok senjata yang digunakan dalam aksi teror di Jalan Thamrin, Jakarta, 14 Januari lalu, diringkus Detasemen Khusus 88.

Perhatian! Hari Ini Hari Terakhir Supersemar Kembalikan Rp 4,4 Triliun ke Negara Indonesia


Setelah berjuang bertahun-tahun, rakyat Indonesia yang menyerahkan kuasa ke pemerintah dan Jaksa Agung memenangkan uang Rp 4,4 triliun yang diselewengkan Yayasan Supersemar. Proses eksekusi memasuki tahap final.

Tuesday, 26 January 2016

Begini Kata Ketum Eks Gafatar : Kami Keluar dari Islam dan Berpegang pada Millah Abraham


Eks Ketum Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) Mahful M Tumanurung muncul. Di Gedung YLBHI, Jl Diponegoro, Jakarta, dia memberikan pernyataan. Dia menyesalkan evakuasi anggota eks Gafatar dari Kalbar. 

Sunday, 24 January 2016

Bayi dengan Kepala Separuh Lahir di India


Uttar Pradesh, Foto bayi baru lahir dengan kepala hanya separuh itu benar-benar menyayat hati. Apalagi matanya jadi terlihat begitu menonjol. Bayi itu dikabarkan lahir dari seorang ibu di India.